PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PROCESSOR DARI MASA KE MASA | Iksan Komputer

Thursday, August 1, 2019

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PROCESSOR DARI MASA KE MASA

Metamorfosis sebuah teknologi yang memasukkan kecerdasan buatan ke dalam benda mati berisi pasir kuarsa.

Meningkatnya kebutuhan akan performa tinggi sebuah komputer dalam mengerjakan program, game, video editing, atau bahkan melakukan semuanya secara paralel, tidak lepas dari kemampuan kecepatan processor dalam memproses data. Hal inilah yang membuat suatu teknologi kian berkembang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan membuat ilmuwan semakin kreatif dalam memberikan inovasi, serta berbagai penyempurnaan dari teknologi yang telah tercipta sebelumnya.

Alur pengolahan data.
Alur pengolahan data.
Secara teknis, processor adalah sebuah Integrated Circuit (IC) yang mengontrol keseluruhan jalannya suatu sistem komputer dengan memproses input, lalu memunculkannya pada output, dan atau disimpan di memory jika nanti diperlukan. Secara umum, kita mendi-finisikannva sebagai pengolah data dan pengontrol seluruh kinerja komputer. Terdapat 3 bagian terpenting dari processor, yaitu:
  • Arithcmetic Logical Unit (ALU).
  • Control Unit (CU).
  • Memory Unit (MU).
Arithcmetic Logical Unit (ALU) merupakan bagian dari microprocessor yang bertugas untuk melakukan operasi aritmatika dan logika. Microprocessor merupakan pengemba: can dari gerbang dasar rangkaian digital. Rangkaian digital memiliki 3 gerbang utama, yaitu AND , OR, dan NOT. Kombinasi dari 3 gerbang utama menghasilkan 7 gerbang dasar, yaitu AND. OR. NOT, NAND (Not AND), NOR (Not OR), EX-OR (Exclusive-OR'. F.X-NOR (Exclusive-Not OR). Pengembangan dari gerbang EX-OR menjadi half adder dan full adder adalah dasar dari microprocessor. Microprocessor hanya dapat memproses operasi aritmatika dan logika, misalkan penjumlahan, pengurangan (penjumalah dengan minus), perkalian (2 *3=2+2+ 2) dan pembagian. Selain ALU, di dalam microprocessor juga terdapat Register, Counter, dan Decoder. Register merupakan susunan secara serial atau paralel beberapa rangkaian penyimpan data 1 bit (flip-flop). Sedangkan Counter dan Decoder digunakan untuk menghitung dan menerjemahkan pulsa atau sinyal digital.

Control Unit (CU) adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan kendali terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmetic Logical Unit) di dalam CPU tersebut. Output dari CU ini akan mengatur aktivitas dari bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut. Adapun tugas dari CU, yaitu: mengatur dan mengendalikan input-output, mengambil instruksi-instruksi dari memory utama, mengambil data dari memory utama, dan menyimpan hasil proses ke memory utama, mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, serta mengawasi kerja.

Memory Unit (MU) adalah kumpulan dari beberapa register digunakan un'tuk penyimpanan data. Memory ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. Seluruh bagian penting dari processor di atas saling berkaitan dan dihubungkan,oleh CPU Interconnections yang menghuburekan komponen internal CPU, yaitu ALU, CU dan register-register, serra dengan bus-bus eksternal CPU yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memory utama dan peranti input-output.
Cara Kerja

CPU dikendalikan menggunakan sekumpulan instruksi software komputer. Software tersehat dapat dijalankan oleh CPU dengan membacanya dari media storage, sepem harddisk, disket, UFD, maupun optical disc. Instruksi-instruksi tersebut kemudian disimpan terlebih dahulu pada memory (RAM), yang mana setiap instruksi akan diberi alamat unik yang disebut memory address. Selanjutnya, CPU dapat mengakses data-data pada RAM dengan menentukan alamat data yang dikehendaki. Saat sebuah program dieksekusi, data mengalir dari RAM ke sebuah unit bus, yang menghubungkan antara CPU dengan keterbatasan processor 8-bit. Hingga akhirnya muncul beberapa processor baru yang memiliki ekstensi 86 sebagai pengembangan dari set instruksi X86. Pengembangan dari teknologi ini terus dikembangkan dari processor yang hanya dapat mengerjakan satu buah instruksi dalam satu siklus {skalar) hingga processor yang dapat mengerjakan beberapa instruksi dalam satu siklus \ super skalar). Processor yang termasuk dalam kategori ini adalah processor Pentium (Intel), Power PC (INM-Motorola-Apple), K5 (AMD), dan generasi berikutnya, Ml (Cyrix), dan Nx586 (NexGen). CPU superska-lar dapat menjalankan lebih dari satu instruksi per siklus, disebabkan adanya lebih dari satu ALU. Dengan keadaan ini, unit kontrol akan mengevaluasi dua buah instruksi secara berpasangan. Jika kedua instruksi dapat dieksekusi secara serentak, maka masing-masing akan dikirim ke ALU yang berbeda. Jika tidak, masing-masing instruksi diproses pada siklus yang berbeda.

Setelah akhir tahun 1980-an, beberapa pengembang chipset, sperti AMD (Advanced Micro Devices) dan Cyrix mulai menantang Intel, dengan mem-produksi sendiri chip processor yang memiliki kompatibilitas dengan Intel, yang mendukung rangkaian instruksi processor Intel. Dengan harga yang lebih murah, AMD mulai menggebrak pasaran dengan processor buatannya sendiri pada tahun 1996, dengan merilis AMD K5. Sebelumnya, AMD sudah membuat processor seperti AM486 yang memperkecil beban kerja dan fungsi matematika komplek pada masa Intel 386 dan 486, namun masih di bawah lisensi Intel. Sama halnya dengan AMD, setelah memproduksi processor X86 untuk Intel pada masa Intel 286 dan 386, Cyrix memutuskan untuk membuat sendiri dengan merilis Cyrix 486 DX-4 untuk kali pertamanya di awal 90-an. Dilanjutkan pada tahun 1995, Cyrix merilis Cyrix 6X86, processor dengan kecepatan tinggi di angkatannya, yang sayangnya memiliki masalah pada kompatibilitas dan panas. Pada tahun 1999, Cyrix dibeli oleh VIA, perusahaan chipset asal Taiwan.
prosesor X86
PROCESSOR-PROCESSOR YANG MENGIMPLEMENTASIKAN SET INSTRUKSI X86
Baru-baru ini, Intel telah meluncurkan produk terbarunya, yaitu high-end processor Intel Core i7, seri andalan Core i7 980 Extreme Edition dengan kecepatan 3,3 GHz, serta terdapat pula 2 seri lainnya, yaitu Corff i7 975 3.33GHz dan Core i7 965 3.2GHz. Core i7 merupakan processor pertama yang dirilis Intel dengan basis mikroarsitektur Nehalem di dalamnya, yang disusun dengan teknologi 45 nanometer process, sedangkan untuk core i7 980X menggunakan basis mikroarsitektur Westmere dengan teknologi 32 nanometer. Chip ini berbeda dengan kebanyakan chip Intel lainnya, karena chip ini mempunyai kemampuan mengendalikan dan mempercepat koneksi antara processor dan main memory, serta mengusung teknologi multicore hingga 6 core untuk multitasking process. ( Baca : Perbedaan processor 32 bit dan 64 bit, Fungsi Dan Fitur )

Dalam hal performa, tentunya lebih tinggi dan lebih efisien dalam penggunaan energi dengan processor seri sebelumnya, ditandai dengan sejumlah fitur dan kemampuan yang dimilikinya:
  1. QuickPath Interconnect (QPI).
    QPI akan menggantikan Front Side Bus (FSB) untuk koneksi sistem bus pada processor.
  2. Integrated memory controller danTriple channel memory.
    Berguna untuk mengatasi keterlambatan respons memory.
  3. Hyper-Threading.
    Pada dasarnya, ini adalah teknik pemrosesan paralel yang mampu menjalankan multiple threads secara siratdtan.
  4.  Built-In Power Management dan Overclocking.
Sebelumnya, Intel tidak menganjurkan overclocking karena akan mengurangi umur processor, namun dengan Core i7, Intel malah memasukkan fitur ini. Core i7 menyuguhkan manajemen tenaga (daya) yang sangat agresif, jauh bila dibandingkan dengan Core 2. Anda bisa mengatur overclock CPU, sekaligus meng-customize batas suhunya di BIOS.

Implementasi Moore’s Law Pada Prosesor

Sampai sekarang, perkertibangan microprocessor masih terus berlanjut, dan Intel masih tetap merajai dunia microprocessor. Gordon Moore (co-founder and Chairman Emeritus of Intel Corporation), pada tahun 1965 memprediksi jumlah transistor yang ada pada Integrated Circuit (IC) akan berlipat ganda setiap tahunnya. Pernyataan ini diperbarui Moore di tahun 1995, dengan penelitian bahwa kelipatan ganda jumlah transistor akan terjadi setiap dua tahun sekali. Hukum Moore menjadi panduan bagi Intel untuk memacu processor-nya agar semakin andal, terutama peningkatan kecepatan

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PROCESSOR DARI MASA KE MASA Rating: 4.5 Diposkan Oleh: rosari J

0 comments:

Post a Comment