Memilih Media Transmisi Dalam Membangun Infrastruktur Jaringan | Iksan Komputer

Sunday, June 30, 2019

Memilih Media Transmisi Dalam Membangun Infrastruktur Jaringan

Media transmisi adalah jalur fisik yang menghubungkan komputer, perangkat lain, dan orang-orang pada jaringan. Setiap media transmisi memerlukan hardware jaringan khusus yang harus kompatibel dengan medium tersebut. Anda mungkin pernah mendengar istilah seperti Layer 1, Layer 2, dan seterusnya. Ini mengacu pada model referensi OSI, yang mendefinisikan hardware dan layanan jaringan dalam hal fungsi yang mereka lakukan. Media transmisi beroperasi pada Layer 1 dari model OSI, yang mencakup entitas fisik dan menggambarkan jenis media yang dilalui

Twisted pair

Memang mudah membangun jaringan yang hanya satu media. Tapi, itu tidak praktis, kecuali untuk sebuah jaringan sangat kecil. Secara umum, jaringan menggunakan berbagai jenis media. Ada tiga kategori jenis media transmisi. Pertama adalah kabel tembaga, yang meliputi kabel unshielded twisted-pair (UTP), shielded twisted-pair (STP), dan kabel koaksial.


Sudah sejak lama, jaringan telepon umum (PSTN) menggunakan twisted-pair, dan bahkan hari ini, kebanyakan orang mengakses jaringan mereka melalui local loop yang dibangun di atas twisted-pair. Meskipun twisted-pair telah berkontribusi besar dalam perkembangan telekomunikasi, aplikasi canggih memerlukan jumlah bandwidth lebih besar dari yang bisa diberikan twisted-pair, sehingga masa depannya mulai berkurang. Pada gambar. Anda bisa melihat contoh kabel UTP yang terdiri dari empat pair.

Twisted-pair memiliki beberapa keuntungan: ketersediaan yang tinggi, dimana lebih dari 1 miliar saluran telepon menggunakan twisted-pair, dan karena sudah ada di tanah, perusahaan telekomunikasi akan terus menggunakannya. Beberapa pihak mengatakan bahwa para perusahaan telekomunikasi seperti terkurung di dalam sangkar tembaga mereka.

Bukannya membangun infrastruktur yang benar-benar dirancang untuk aplikasi masa depan, tapi malah bertahan untuk melindungi investasi yang ada. Ini bisa dimaklumi karena itu merupakan investasi yang besar. Ini dapat ditafsirkan sebagai keuntungan dan kerugian; biaya instalasi yang rendah; biaya pemindahan, penambahan, dan perubahan yang rendah. Anda pun bisa menarik kabel twisted-pair dan memasangnya di kantor, tanpa membutuhkan bantuan dari teknisi. Tentu saja, ini dengan asumsi bahwa kabel sudah di tempat. Jika tidak maka tentu ada tambahan biaya instalasi baru.

Namun, twisted-pair juga mempunyai kelemahan berikut: spektrum frekuensi yang terbatas, dimana total spektrum frekuensi yang dapat digunakan kabel tembaga twisted-pair adalah 1 MHz; data rate terbatas, dimana semakin lama sinyal berjalan melalui twisted-pair maka data rate akan turun.

Pada 30 kaki (100 m), twisted-pair dapat membawa 100 Mbps, tapi pada 3,5 mil (5,5 km) data rate turun menjadi 2 Mbps atau kurang; repeater tidak bisa berjauhan, sehingga semakin banyak komponen perlu dipelihara yang pada akhirnya menyebabkan biaya operasional jangka panjang yang tinggi; tingkat error yang tinggi karena twisted-pair sangat rentan terhadap interferensi.

Wireless Networking


Kategori kedua adalah wireless, yang meliputi frekuensi radio, microwave, satelit, dan infra merah. Penggunaan media wireless lebih cepat dan lebih murah daripada penggunaan kabel, terutama dimana hanya sedikit atau tidak ada infrastruktur (misalnya Afrika, Asia-Pasifik, Amerika Latin, Eropa timur dan tengah). Wireless juga berguna ketika lingkungan tidak memungkinkan atau terlalu mahal untuk menggunakan kabel (misalnya di Amazon, Empty Quarter di Arab Saudi, atau rig minyak).

Namun, wireless memiliki beberapa kelemahan. Secara historis, wireless mempunyai kecepatan data yang lebih rendah dibandingkan kabel. Meskipun begitu, perkembangan baru di wireless broadband membuat hal ini menjadi kurang berpengaruh. Wireless juga sangat dipengaruhi oleh gangguan eksternal, seperti cuaca buruk sehingga keandalannya sulit dijamin. Namun, perkembangan baru pada komunikasi berbasis laser, seperti virtual fiber, bisa memperbaiki situasi tersebut. Terakhir tentu saja, salah satu perhatian terbesar dengan nirkabel adalah keamanan: data harus aman untuk menjamin privasi.

Fiber optics Networks


Fiber menawarkan bandwidth yang jauh lebih besar dari kabel lain; kapasitas traffic yang fleksibel tanpa harus mengubah fiber karena Anda dapat menambahkan peralatan yang menyediakan kapasitas tambahan atas fiber asli itu sendiri; tidak rentan terhadap gangguan elektromagnetik atau interferensi sehingga memiliki tingkat error yang sangat rendah, yang artinya transmisi fiber optic hampir bisa dikatakan bebas noise', transmisi yang aman dan pengecekan dini karena dengan terus-menerus memonitor dan mengukur refleksi cahaya, kita dapat mendeteksi sambungan di kabel; berat dan massa yang rendah sehingga tidak terlalu banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan pemasangan kabel tembaga atau kabel koaksial.

Namun, selain keuntungan di atas fiber juga memiliki kelemahan: harga instalasi yang tinggi (tapi terus menurun); butuh alat tes khusus. Jika menggunakan fiber maka Anda harus mempunyai alat tes khusus karena tidak ada alat tes jaringan elektrikal yang bisa Anda gunakan untuk mengetes fiber. Anda butuh OTDR, dan ketika jaringan fiber semakin kompleks maka alat yang dibutuhkan akan semakin mahal, dan Anda perlu satu di setiap lokasi; fiber juga rentan terhadap kerusakan. Karena fisiknya yang kecil, fiber sangat mudah patah atau rusak selama pemasangan. Galian-galian di sekitar lokasi fiber juga bisa menjadi ancaman. Oleh karena itu bila menggunakan fiber sebagai media utama, Anda harus mempunyai backup karena kemungkinan kerusakan yang besar.

Perlu dicatat bahwa tidak ada salah satu dari tiga kategori jenis media transmisi yang dianggap terbaik. Masing-masing berguna dalam situasi yang berbeda, dan kebanyakan jaringan berusaha mengambil keuntungan dengan menggunakan beberapa jenis media. Pada waktu membangun jaringan baru atau meng-upgrade yang lama, jenis media yang digunakan harus didasarkan pada kondisi yang berlaku.

Pepatah "Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang" dapat diterapkan dalam jaringan. Memiliki beberapa jalur masuk dan keluar tidak selalu cukup. Variasi, gabungan fasilitas, merupakan hal penting karena ketika terjadi bencana seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran, jika salah satu jalur lumpuh, media yang lain mungkin masih bisa bekerja.

Memilih Media Transmisi Dalam Membangun Infrastruktur Jaringan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: rosari J

0 comments:

Post a Comment